Industri Asuransi Jiwa Indonesia Belum Meningkat - Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAUI) Hendrisman Rahim menyebut penetrasi asuransi jiwa di Indonesia masih susah buat merangkak naik, menjadi salah satu instrumen terbaik dalam gaya hidup yang lebih terjamin.
Dengan keadaan ini, kata Hendrisman, adalah sebuah tantangan tersendiri bagi dunia industri ataupun asosiasi yang bergerak di dalam asuransi untuk memaksimalkannya.
"Secara umum kita ini masih sangat sulit sekali dalam mengusahakan peningkatan penetrasi asuransi jiwa," kata Hendrisman di sela-sela sebuah program yang diadakan asosiasi Pengajian Asuransi Indonesia di Jakarta.
![]() |
| Industri Asuransi Jiwa Indonesia Belum Meningkat |
Oleh sebab itu, Hendrisman juga mengungkapkan, seluruh pengerak industri asuransi jiwa Indonesia mesti duduk bersama & memikirkan trik & formulasi terbaru, supaya penetrasi asuransi jiwa akan semakin meningkat, dimana kesadaran dari masyarakat tidak lagi karena pengelaman namun lebih kepada kebutuhan.
Pasalnya, sampai kala ini penetrasi asuransi jiwa di Indonesia masih stagnan di angka 2 % & susah sekali untuk mengalami peningkatan, walau pun ada pergerakan peningkatan ada walau sedikit.
Peningkatan penetrasi asuransi jiwa dilihat Hendrisman harus menjadi sasaran utama, yang menjadi target dari pihak asuransi.
Lantaran, jika terjadi penetrasi meningkat sebanyak 1 % saja, makan akan memiliki dampak yang cukup signifikan pada peningkatan premi asuransi jiwa di Indonesia.
"Kalau aku pikir, industri mesti duduk pikirkan macam mana caranya buat meningkatkan (penetrasi) sekian %, seperti apa caranya, tetapi mesti komitmen," ungkap Hendrisman, yg menjabat Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) ini.
Hendrisman menyebutkan, penetrasi asuransi jiwa di Indonesia berada kepada peringkat 74 dunia terhadap thn 2012.
Tapi walau pun begitu, dari sudut jumlah premi, Indonesia menempati peringkat ke-34.
Adapun negara-negara yg peringkatnya di atas Indonesia yaitu negara-negara yg pasar asuransinya telah mature, seperti Amerika Serikat, Inggris, & Jepang.
Sementara itu, untuk pasar industri asuransi di Indonesia masihlah masuk dalam tipe berkembang atau dalam masa pengembangan.
"Pasar kita tetap berkembang sementara pasar mereka telah mature. Ditahun ini masihlah di situ pula. Cita-cita aku jika naik dari 74 ke 70 saja itu preminya naik tinggi sekali," papar Hendrisman. Sekian artikel mengenai Industri Asuransi Jiwa Indonesia Belum Meningkat.
